BENARKAH, INDONESIA KEKURANGAN INSINYUR?

      Bila kita lihat kenyataan saat , melihat dengan sudat pandang orang awam pastinya biasa biasa saja atu bahakan ada yang bilang sudah banyak insinyur , parahnya lagi tidak usah banyak banyak karena membangun sedikit kok,
      Memang itu anggapan tidak salah karena kita melihatnya dari sudut pandang orang awam/tidak bekerja di bidangnya ,namun bila kita lihat secara aktul indonesia sangatlah kekurangan para insinyur di minat para pemuda tentang jurusan teknik sangatlah kecil entah kenapa diperguruan perguruan tinggi , Kita bisa Lihat di Universitas PGRI Semarang mahasiswa yang mengambil jurusan teknik sangatlah berbanding jauh dengan mahasiswa yang ambil jurusan pendidikan , ini membuktikan bahwa indonesia memang sangat kekurangan insinyur, dilansir dari www.antaranews.com, PII(Persatuan Insinyur Indonesia) mengatakan bahwa Indonesia sangat kekurangan insinyur hanya ada 7.50.000 insinyur di Indonesia , Bila dibandingkan dengan jumlah masyarakat Indonesia yang jumlahnya ratusan juta kurang lebih 240 juta data penduduk tahun 2004, bila 750 Insinyur bekerja sesuai dengan bidangnya mungkin akan lebih sedikit membantu kekurangan Insinyur Indonesia , tetapi kenyataan tidak semua para insinyur bekerja pada bidang yang seharusnya ia geluti namun mereka lebih memilih bekerja di bidang yang lain hanya 40% saja yang bekerja sesuai dengan bidang ,ini sangat miris sekali bila Indonesia hanya mempunyai sedikit sekali Insinyur.Apalagi untuk menghadapi MEA(Masyarakat Ekonomi ASEAN), riset Indonesia memerlukan 120 ribu insinyur untuk lima tahun kedepan gunan mengembangkan infrastruktur yang ada di Indonesia, padahal nantinya akan mengerjakan proyek sekitar 5.500 Triliun , ini merupakan proyek yang sangat besar bagi lulusan teknik sipil/arsitektur, mesin, intinya para insinyur .
rangkumansipil.blogspot.com

    Bila saya teliti dengan logika saya sendiri selaku mahasiswa teknik sipil yang nantinya akan memegang alih kendali pembangunan di Indonesia ini Aamiin,
Kebanyakan para pemuda jarang mengambil progdi Teknik karena alasan beberapa hal sebagai berikut :
  1. TAKUT
Rasa yang dalam atau paradigma masyarakat awam takut mengambil jurusan teknik berbagai alasan ,takut tidak dapat pekerjaan , baiklah saya sanggah tidak mungkinlah kita mahasiwa yang pekerjaannya saja kekurangan tenaga ahli tidak mungkin saya kira kalau tidak dapat pekerjaan, kemudian takut jarang dirumah , merupakan pekerjaan yang banyak mengandung resiko, ya memang ada benarnya juga sih , proyek pembangunan tidak selalu berada didekat rumah kita tidak jarang kita harus keluar dari pulau ,bahkan negara untuk menyelesaikan garapan /proyek, namun dengan kita banyak menangani pekerjaan banyak ketemu orang banyak luar kota membuat kita menjadi lebih berpengalaman dalam segi skill kita kemapuan mental kita , yang menjadikan kita akan lebih berkembang dan profesional lagi.

     2.  BERAT

 Ini juga menjadi momok bagi para pemuda kenapa tidak mengambil jurusan teknik sipil, merasa mata kuliahnya berat banyak tugas tugas , harus nglembur hingga bermalam malam , yang menjadikan ah masa muda kok adanya belajar belajar terus kapan mainya , kiata haruas manfaatkan kesenangan selagi muda, itu saya kira perkataan orang kaya sodara hehehe, saya tidak mau berprasangka buruk.
    Mungkin pemerintah harus banyak bersosialisai kepada masyarakat untuk menutupi kekurangan para insinyur insinyur kita karena Indonesia baru menyuplai 35ribu insinyurnya per tahun jadi masih sangat kurang bila kebutuhanya pertahun 65 ribu.kenapa saya menyatakan Pemerintah harus bersosialisai tentang ini karena bila Indonesia sudah mempunya para ahlinya di bidang bangunan jadi infrstruktur negara tidak lagi meminta bantuan para insinyur asing , bila ini terus terus terjadi , bangunan atau rumah sebagai ciri khas daerah akan tergantikan dengan designya orang asing sehingga rumat adat Indonesia akan tegeserkan , dikiranya bila Indonesia sudah mempunya insunyurnya tenaga tenaga ahli maka rumah rumah adat daerah akan terangakat di mata dunia , banyak sekali rumah adat Indonesia yang unik yang perlu di lestarikan , namun kenyataan dengan seiringnya zaman rumah rumah adat tegusr bahakan anggapan lagi mereka malu mengakui rumah adatnya sendiri. karena dianggap kuno. jadi ayo Mahasiswa Indonesia generasi generasi penerus bangsa yang memegang perenan penting nantinaya dalam pembangunan infrastruktur Indonesia pesan para leluhur jangan pernah malu dari mana kamu berasal.
sekian salam sipil maju terus buktikan karyamu
Negara menunggu karyamu.
  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Ampuh Menghitung Panjang Objek Terpilih di AutoCAD dengan CEPAT

PERTANYAAN-PERTANYAAN SAAT AKREDITASI PERGURUAN TINGGI FAKULTAS TEKNIK SIPIL

CARA MENGHITUNG PROGRESS BANGUNAN