STATIKA POLIGON BATANG TARIK

Bismillah...

     Assalamualikum wr wb

STATIKA POLIGON BATANG TARIK

Pengertian :
Poligon batang tarik merupakan metode grafis untuk menyusun titik gaya dengan titik tangkap di luar kertas menggambar atau tidak ada titik tangkapnya karena gaya gaya sejajar.
Untuk menyelesaikan statika poligon batang tarik ini adalah sebagai berikut

  1. Gambar gaya gaya menjadi suatu garis lurus
  2. Uraikan gaya P1 menjadi 2 gaya pertolongan sembarangan a dan b yang bersama sama mengganti secara statika gaya P1
  3. Titik potong pada gaya a dan b ditentukan sebagai titik kutub o
  4. Kemudian gaya P2 diuraikan kedalam 2 gaya pertolongan c dan d dengan ketentuan bahwa gaya c mempunyai ukuran seperti gaya b dan arahnya sama ,walaupun jurusannya terbaik . Maka gaya d sudah dapat ditentukan.
  5. Resultante R sekarang menjadi resultante terbaik gaya P1 dan P2 maupun gaya pertolongan a, b, c, dan d. Oleh karena gaya pertolongan b dan c saling menghilangkan ,maka resultante R adalah resultante gaya pertolongan a dan d
  6. Atas dasar pengetahuan ini garis kerja resultante R dapat ditentukan pada titik tangkap garis kerja gaya pertolongan a dan d
Metode poligon batang tarik boleh juga digunakan jika akan mencari resultante R dari beberapa gaya sebagaimana terlihat pada gambar.
Penyelesaian :
  • Sama dengan cara yang digunakan untuk dua gaya sebelumnya 
  • Gaya pertolongan dipilih sedemikian hingga didapatkan dua gaya yang saling menghapuskan.
  • Dengan demikian resultante R menjadi resultante dari gaya pertolongan pertama dan terakhir
Contoh Soal Latihan :

Diketahui :
- Rx =5 ton
-O< = 30 derajad
-Arah P1 ( alfa 1) = 45 derajad
-Arah P2( alfa 2 ) = 15 derajad
seperti terlihat pada gambar dibawah ini pertanyaannya :
Berapa besar gaya P1 dan P2 dengan garis kerjanya sudah diketahui seperti pada gambar?


Penyelesaian :
Cara 1 ,P1 dicari terlebih dahulu :
Rx = P1 cos alfa 1 + P2 cos alfa 2
Ry = P1 sin alfa 1 + P2 sin alfa 2

Rx = P1 . cos 45 derajad + P2 cos 15 derajad 
Ry = P1 . sin 45 derajad + P2 sin 15 dderajad

5,00 = P1. 0,71 + P2 . 0,97 I x 0,26
2,89 = P1. 0,71 + P2 .0,26  I x 0,97

1,30 = P1 0,18 + P2 0,25   ...(1)
2,80 = P1 .0,69 + P2 0,25 -...(2)
-1,50 = -P1 0,51
P1 = -,150/-0,51 = 2,94 ton

Dari pers. (1) :
1,30 = 2,94. 0,18 +P2 .0,25
P2    = (1,30-2,94.0,18)/0,25
P2    = 3,08 ton

Cara 2 , P2 di cari terlebih dahulu :
Rx = P1 cos alfa 1 + P2 Cos alfa 2
Ry =  P1 sin alfa 1 + P2 sin alfa 2 

Rx = P1 cos 45 derajad + P2 cos 15 derajad
Ry = P1 sin 45 derajad + P2 sin 15 derajad

5,00 = P1 cos 45 derajad + P2 0,97...(1)
2,89 = P1 sin 45 derajad + P2 0,26 - ..(2)
2,11 =                                P2 0,71

P2 = 2,11/0,71 = 2,97 ton

dari persamaan .(1) :
5,00 = P1 0,71 + P2 0,97
5,00 = P1 0,71 + 2,97 0,97
P1    = (5,00 - 2,97.0,97)/0,71
P1    = 2,98 ton

Perbedaan hasil itu terjadi karena pembulatan angka dengan perbandingan sebagai berikut :
Perbandingan    cara 1     cara 2       ^
     P1                 2,94 t     2,98 t      0,04 t
     P2                 3,08 t     2,97 t      0,11 t

Analisis secara grafis 
Mungkin itu sekiranya dari penulis bila ada kesalhan mohon masukannay dengan cara komentar dibawah ini ,  sekian terima kasih 
Wassallamualiku wr wb

Salam Sipil

Komentar

  1. Statika Poligon Batang Tarik >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Statika Poligon Batang Tarik >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Statika Poligon Batang Tarik >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK 6U

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Ampuh Menghitung Panjang Objek Terpilih di AutoCAD dengan CEPAT

PERTANYAAN-PERTANYAAN SAAT AKREDITASI PERGURUAN TINGGI FAKULTAS TEKNIK SIPIL

CARA MENGHITUNG PROGRESS BANGUNAN